Jumat, 22 Maret 2013

Wanita karier, bukan penghalang Untuk memberikan asi

ASI merupakan bentuk tradisional dan makanan yang sempurna untuk pertumbuhan bayi. Kesanggupannya memenuhi gizi bayi sampai berumur 4 – 6 bulan. Meskipun demikian ASI tidak boleh dihentikan, karena masih digunakan sebagai sumber lanjutan yang penting untuk kesehatan bayi. Disamping ASI bersifat protektif karena dapat melindungi bayi dari infeksi, diare, perut kembung, batuk pilek, radang telinga dan alergi juga dapat memberikan fungsi psikologis yaitu menjalin hubungan cinta kasih antara ibu dan bayi. 

Menyusui, suatu proses yang alami seumur manusia di dunia, adalah proses akhir daripada proses reproduksi yang sifatnya fisiologis. Menyusui dapat dilakukan oleh setiap wanita normal. Menurut Neilson (1995) sembilan puluh delapan persen wanita mempunyai kemampuan menyusui. Sebagian masyarakat memandang bahwa menyusui merupakan suatu kebiasaan lama yang terbelakang. 

Di Indonesia, masalah yang ditemukan dalam dasa warsa terakhir adalah kecenderungan penurunan peranan ibu dalam penggunaan ASI (Air Susu Ibu). Kasus ini banyak ditemukan pada ibu yang bekerja. Perubahan sikap sosial mengenai tubuh bisa menjadi penyebab bagi ibu untuk tidak menyusui. Menurut Berg (1986) sebagian wanita takut kalau menyusui akan merusak bentuk buah dada mereka. Ini lahir dari suatu pemikiran dari sejumlah orang yang menekankan pentingnya peranan daya tarik seksual. Disamping itu modernisasi perkembangan industrialisasi susu formula dengan ditunjang periklanan yang semakin gencar di media massa yang menyebabkan konsumennya semakin meluas menyebar ke semua golongan baik golongan atas mupun bawah, informasi yang kurang tentang ASI (Air Susu Ibu), serta makin banyaknya ibu-ibu yang bekerja di luar rumah merupakan faktor-faktor yang bisa mempengaruhi kejadian. 

Sebagai akibat dari kasus ini akan merugikan kesehatan ibu maupun bayi disamping juga kesejahteraannya. Sosial ekonomi keluarga bahkan negara juga akan terimbas pula sebagai beban sekunder. 

Berbagai upaya yaitu dengan melalui berbagai program telah dilaksanakan pemerintah guna tercapainya ASI Eksklusif sebesar 80 % di tahun 2000. Karena dengan menyusui diharapkan terciptanya generasi Indonesia sehat yang berkualitas.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami