Rabu, 27 Maret 2013

Laktasi Pada Ibu Bekerja

Kesibukan ibu dalam kesehariannya yang diakibatkan karena bekerja sudah menghilangkan waktu berjam-jam untuk merawat sang bayi. Termasuk juga dalam pemberian ASI. Ibu yang bekerja yang biasanya mendapatkan kesempatan cuti hanya 3 bulan, dirasa tidak cukup waktu untuk memberikan ASI ekslusif. Beberapa diantara mereka mengambil cuti 1 bulan sebelum melahirkan dan 2 bulan sesudah melahirkan. Kondisi ini memungkinkan bagi ibu untuk mulai mengenalkan susu formula pada bayinya sebelum berumur 6 bulan dengan pertimbangan bayi yang dibiasakan mengkonsumsi susu formula lebih awal cenderung lebih aman ditinggalkan sewaktu-waktu untuk kepentingan bekerja. Kasus ini menyebabkan bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif, yaitu bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan tanpa diberi makanan/minuman tambahan yang lain. 

Ibu yang bekerja harus mengetahui bagaimana metode pemberian ASI selama cuti bekerja dan setelah mulai bekerja. 

a. Selama cuti kerja 
Selama cuti kerja sebaiknya ibu menghindari pemberian susu formula pada bayi. Ibu tidak perlu melatih bayi secara dini untuk minum susu formula. Jadi hanya ASI saja yang diberikan kepada bayi. Makanan atau minuman tambahan (PASI) mulai diberikan sejak bayi berumur di atas 6 bulan. Bayi harus mendapatkan kesempatan banyak untuk memperoleh ASI selama ibu berada di rumah. Jangan lupa colustrum atau susu jolong atau susu pertama keluar juga harus diberikan. ASI ini sebaiknya diberikan sampai bayi berumur 2 tahun. 

b. Setelah mulai bekerja 
Ketika mulai bekerja, ibu harus bisa membagi waktu antara di rumah dan selama bekerja supaya bayi tetap mendapatkan ASI dengan tidak mengganggu waktu bekerja. 

1. Selama berada di rumah 
ASI bisa diberikan secara langsung dari kedua payudara sebelum ibu berangkat bekerja. Sepulang bekerja ibu segera memulai lagi untuk memberi ASI. Pada malam harinya, ASI juga tetap diberikan. Hilangkan rasa malas bangun, karena letih yang disebabkan pada siang hari terlalu banyak membagi perhatiannya pada berbagai hal, ketika bayi Anda “memanggil” untuk minta minum. Tumbuhkan kesabaran dan rasa kasih sayang dalam mendampingi bayi saudara. Ibu sebaiknya sekamar dengan bayi dan mudah terjangkau, sehingga mempermudah ibu dalam memberikan ASI sesering mungkin dan semau bayi. Apalagi bila bayi berada satu tempat tidur bersama anda. Bayi akan merasa tenang dan andapun dapat menyusuinya dengan segera bila ia terjaga. Anda bisa memberikan ASI dengan cara berbaring dan setelah selesai anda bisa langsung kembali tidur dengan tenang tanpa turun dari tempat tidur. 

2. Selama di tempat kerja 
Selama bekerjapun ASI juga bisa diberikan pada bayi. Bilamana di lingkungan tempat bekerja ada fasilitas penitipan anak dan ada waktu yang memungkinkan merupakan kesempatan baik bagi ibu untuk memberikan ASI secara langsung. Namun apabila terpaksa harus meninggalkan bayi di rumah, ibu tidak perlu cemas. Keluarkan ASI setiap 3 – 4 jam dari kedua payudara selama di tempat bekerja. Ini berguna untuk menghindari pembengkakan pada payudara. Metode pengeluarannya bisa dengan tangan maupun menggunakan alat bantu pompa baik secara manual maupun elektrik. ASI yang sudah dikeluarkan bisa dibawa pulang langsung jika memungkinkan. Jika tidak ada kesempatan maka simpanlah ASI di fasilitas penyimpanan (kulkas). Kemudian bawalah ASI pulang ke rumah untuk diberikan pada bayi untuk diberikan keesokan harinya bila ibu tidak mempunyai waktu untuk berada di rumah. 

ASI yang sudah diperah disimpan dalam tempat yang baik sehingga tidak merubah kandungan di dalamnya. ASI bertahan selama 6 – 8 jam pada suhu kamar, pada udara yang bebas dan tempat yang bersih. Di lemari pendingin (tidak dibekukan) bisa disimpan selama 24 – 48 jam. Selain itu juga bisa disimpan di lemari pembeku sampai beberapa bulan. Dalam temperatur pendingin sampai – 180 C ASI dapat disimpan sampai dengan 6 bulan. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami