Selasa, 23 April 2013

Disdikda Turunkan Tim Selidiki Kekerasan SMAN 4



Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro menyayangkan adanya aksi kekerasan terhadap guru yang diduga kuat dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 4 Bojonegoro, Sabtu lalu. Aksi itu dinilainya sangat tidak terpuji dan seharusnya dapat dicegah jika ada komunikasi yang baik antara kedua belah pihak.

Menindaklanjuti kasus ini, Disdikda memerintahkan tim untuk menelusuri kasus ini. Penanganan berada sepenuhnya di tangan Dinas Pendidikan Daerah Bojonegoro. Dua pejabat Disdikda yang ke sekolah adalah Kabid Pendidikan SMP/SMA/SMK, Hanafi dan Kasi Ketenagaan, Basuki.

"Ya, hari ini tim kami minta menelusuri kasusnya di sekolah," kata Kepala Disdikda Bojonegoro, Husnul Khuluq.

Diberitakan sebelumnya, dua orang Guru SMA Negeri 4 Bojonegoro melaporkan tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oknum kepala sekolah. Guru tersebut dijambak dan didorong di depan murid-murid. Sikap tak pantas itu mengundang simpati sesama rekan guru agar melaporkan perbuatan Kepala Sekolah (Kepsek) ke polisi.

Budi Prayitno, Guru Kesenian dan Teguh Eko, Guru Sosiologi menjadi korban kekerasan fisik oleh kepala sekolah. Sabtu lalu mereka melaporkan perbuatan Kepsek ke Polres Bojonegoro. Kejadian itu terjadi di halaman SMAN 4 Bojonegoro.

Sebelum kejadian, murid dan pembina akan mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di SMT Bojonegoro. Tiba-tiba Kepsek datang dan meminta mereka untuk joget. Padahal waktu sudah mepet dan murid-murid harus berangkat ke SMT. Diduga lantaran menolak permintaan joget, Kepsek marah dan mendorong sejumlah murid serta guru. Tidak itu saja, Budi dijambak hingga kesakitan.

Tetapi Kepala Sekolah SMAN 4, Nur Hayi membantah melakukan kekerasan. Dia hanya bercanda untuk memberikan motivasi sebelum perlombaan. Hingga kini belum diketahui sikap Disdikda, karena keputusannya ada di tangan kepala dinas. [oel/lis]

sumber. blokbojonegoro.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami