Kamis, 18 April 2013

Pemkab Dinilai Kurang Perhatikan Industri Kreatif

Pemkab Dinilai Kurang Perhatikan Industri Kreatif
Pemkab Bojonegoro dinilai kurang memperhatikan industri kreatif yang dikembangkan oleh masyarakat bawah. Padahal, usaha ini memiliki prospek yang cukup bagus. 


Seperti rumah kreatif di Jalan Lettu Suwolo yang punya banyak kreasi. Dari hasil kerajinan anyaman itu lumayan tinggi yakni Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan. 

"Kedala yang kami hadapi selama ini yaitu tidak adanya dukungan dan motivasi dari stakeholder yang ada, mereka belum bisa membangun masyarakat," ungkap Suwarto (46) Pelatih sekaligus pemilik rumah kreatif.

Untuk pemasaran barang di daerah Bojonegoro sendiri, Bali, Jogja, dan daerah lainnya. Sedangkan harga tergantung Jenis barang seperti tas harga berkisar Rp65.000 hingga Rp85.000 per buah, tempat kado Rp40.000 hingga Rp50.000 per set, Souvenir Rp2.000, tempat dodol Rp1.000, dan lain-lain. 

"Setiap bulannya kami mendapatkan pesanan tempat dodol dari Desa Ringinrejo sebanyak 300 hingga 500 buah," ungkap Suwarto.

Bahan Baku diperoleh dari berbagai daerah, seperti pelepah pisang, enceng gondok, rotan berasal dari Bojonegoro, dan Mendong daerah Malang. Sementara ini yang akan ditekankan adalah pembuatan tas dari mendong, kerena hasilnya bagus dan harga jualnya tinggi.

Suwarto juga mengungkapkan bahwa suport pemerintah masih minim. "Misalnya kami telah berhasil membuat pelatihan di RT 2 ini, kami laporkan kepada ketua RT, tapi beliau hanya bilang ya saja tanpa ada tanggapan lebih lanjut," tegasnya.

Usaha yang telah berjalan sejak tahun 2007 itu, telah membina berbagai golongan masyarakat, tidak hanya orang dewasa saja tetapi juga anak-anak. "Pengajaran kami tidak mempedulikan usia, yang penting mereka bisa menghasilkan produk dan laku dipasaran," tutur Suwarto.

Sementara itu di lokasi terlihat anak-anak SD yang sedang asyik belajar membuat anyaman yang berupa tempat kado dari bahan rotan. [ati/ang]

sumber : http://blokbojonegoro.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami