Senin, 08 April 2013

Peningkatan interaksi sosial dengan pemberian stimulasi Bermain sosialisasi pada murid SDLBN usia sekolah (6 – 12 tahun)

ABSTRAK 


Retardasi Mental Ringan (C1/Mild Imbesil) dengan IQ 35 - 50 mengalami gangguan dalam interaksisosial sehingga diperlukan rangsangan untuk meminimalkan gangguan itu. Interaksi sosial yaitu sosial dan komunikasi kontak untuk mahasiswa di SDLBN Tuban dengan kategori C1 menunjukkan 90% mengalami kesulitan. Stimulasi snakeladder suka bermain bertujuan untuk bermain peran untuk menunjukkan kontak sosial dan komunikasi.

The desain penelitian ini dengan Eksperimen Percobaan Pre (Satu kelompok pra-test post-test). Populasi adalah mahasiswa SDLBN/C1 (Imbesil ringan) usia (6-12 tahun) sebesar Kabupaten Tuban 21 siswa menjadi semua populasi sampel. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling, jumlah kelompok perlakuan mendapatkan 10 anak dan kontrol jumlah kelompok 11 anak. Data dianalisa menggunakan uji wilxocon dengan Paket Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS) untuk gelar jendela 12,0 kekuatan versionwith a = 0,05. Sebelum melakukan penelitian responden 50% sudah memiliki interaksi kerusakan parah dan media sosial dalam kelompok trestment dan kelompok kontrol. Setelah memberikan snakeladder permainan stimulasi adalah 62,5% memiliki interaksi kerusakan media sosial dan bahkan ada beberapa acara ringan dan interaksi sosial kerusakan normal. Dengan uji wilcoxon dan tingkat kepercayaan 0,05% didapatkan jumlah yang signifikan 0,011, itu berarti hasil <0,05% sehingga Ho ditolak.


Diperlukan untuk memiliki team work antara guru dan orang tua dalam mengevaluasi tingkat perkembangan anak dan lebih modifikasi permainan terutama untuk meningkatkan motorik sosial pribadi,lembut dan bahasa. Tidak hanya bermain snakeladder tetapi juga perlu meningkatkan rangsangan interaksi sosial melalui permainan halma, monopoli, dan role play.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami