Senin, 08 April 2013

Trend ispa pada masyarakat akibat polusi udara di sekitar lokasi pengolahan tembakau

ABSTRAK

Pemukiman di sekitar area pengolahan tembakau merupakan potensi risiko meningkat dalam polusi 
udara termasuk PM2, 5, SO2 yang dihasilkan dari pengolahan tembakau dengan jangka waktu yang panjang juga akan berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama penyakit pernafasan (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Tujuan penelitian untuk mengetahui tren ISPA di masyarakat dari polusi udara di sekitar pengolahan tembakau di Dusun Jambean Sukorejo Bojonegoro kabupaten pada tahun 2011.

Studi desain analitis, populasi seluruh masyarakat di radius dekat (Rt. 34 RW. 08) sebesar 45 keluarga dan jari-jari RT baik. 38 RW. 05 sebesar 39 keluarga Dusun Jambean Sukorejo Bojonegoro Kabupaten, dengan jumlah sampel yang diambil 69 responden dengan teknik probability sampling secara simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan kemudian melakukan editing, coding, skoring dan tabulasi dan dinyatakan dalam persentase, data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square statistik untuk tren dengan tingkat signifikansi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 69 responden lebih dari kebanyakan yang tinggal di radius 
dekat dengan pengolahan sebanyak 27 orang mendapatkan ISPA (65,9%) dan kurang dari sebagian besar yang tinggal di radius jauh dengan pengolahan tembakau sebanyak 14 orang terkena terhadap infeksi pernapasan (34, 1%) dan tidak ada tren ISPA didasarkan pada radius dekat (RT.34 RW.08) radius away (RT.38 RW.05) di Kampung Dukuh Jambean Sukorejo Bojonegoro Kabupaten.

Dalam penelitian ini kita dapat menyimpulkan bahwa baik dalam menutup atau berada jauh dari 
radius tembakau terkena, menunjukkan yang relatif sama tentang infeksi pernapasan. Oleh karena itu, penyebaran informasi kepada masyarakat tentang ISPA dengan menjaga kebersihan dan menanam pohon sebagai penanaman di sekitar rumah untuk mengurangi konten polutan udara. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami