Senin, 06 Mei 2013

Pemberdayaan Keluarga di Bidang Gizi dan Kesehatan

Secara ekonomis, membiarkan anggota keluarga atau masyarakat mempunyai masalah gizi berarti membiarkan potensi keluarga atau masyarakat bahkan bangsa itu ‘hilang’ begitu saja. Potensi itu dapat berupa pendapatan keluarga yang tidak dapat diwujudkan karena anggota keluarga yang produktivitasnya rendah akibat kurang gizi waktu umur balita. Oleh karena itu penting untuk pemberdayaan keluarga di bidang gizi dan kesehatan. Pemberdayaan tersebut bertujuan untuk memperoleh kelayakan minimal standar hidup, kemampuan bersaing sehingga produktifitas dan efisiensi meningkat, dan akhirnya mutu hidup suatu keluarga atau masyarakat dapat tercapai. 

* Standard hidup. 
Tingkatan kesejahteraan/ kesehatan (dari suatu individu, kelompok atau populasi suatu negeri) ketika diukur dengan tingkatan pendapatan (sebagai contoh, GNP per kapita) atau oleh kwantitas berbagai jasa dan barang-barang yang dikonsumsi ( sebagai contoh, banyaknya kereta; mobil tiap 1,000 orang atau banyaknya pesawat televisi per kapita. 

*Produktivitas 
Produktivitas ekonomi, efisiensi dari 
Keluaran jasa dan barang-barang /unit masukan- sebagai contoh, tiap unit tenaga kerja (produktivitas pekerja keras), tiap satuan tenaga ( seperti GNP / satuan tenaga penggunaan), atau tiap unit dari semua sumber daya produksi yang dikombinasikan. 

Produktivitas suatu negara dengan potensi yang hilang itu dapat berupa pendapatan nasional atau Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Menurut ADB Nutrition and Developmen (2001) PDB yang hilang akibat kurang energi protein (KEP), anemia gizi besi (AGB) dan gangguan akibat kurang Iodium


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami