Minggu, 26 Mei 2013

Sindroma Aspirasi Mekonium

Sindroma aspirasi mekonium merupakan kegawatan yang sering terjadi di ruang bersalin. Aspirasi mekonium biasanya terjadi pada bayi cukup bulan dan bayi lebih bulan. Cairan ketuban bercampur mekonium terhirup bayi lewat fetal gasping dan pernapasan inspirasi yang distimulasi adanya hipoksia dan refleks vagal. Sindroma Aspirasi Mekonium harus diwaspadai pada semua bayi baru lahir dengan cairan ketuban bercampur mekonium yang menunjukkan gejala distress napas. Tidak ada pengobatan spesifik terhadap sindroma aspirasi mekonium. 

Kunci manajemen sindroma aspirasi mekonium adalah pencegahan selama periode prenatal. The American Academy of Pediatrics Neonatal Rescusitation Program Steering Committee 2006 menetapkan rekomendasi terkini tentang pedoman manajemen bayi baru lahir dengan sindroma Aspirasi Mekonium, penghisapan pada trakeal dilakukan segera setelah bayi dilahirkan. Penghisapan dilakukan tidak lebih dari 5 detik Intubasi dan penghisapan segera direkomendasikan hanya pada bayi yang tidak bugar. Ventilasi tekanan positif hanya dilakukan setelah penghisapan trakeal berhasil dilakukan. Terapi sindroma aspirasi mekonium konvensional ditujukan untuk meningkatkan oksigenasi dengan meminimalkan barotrauma yang mimicu adanya sindroma kebocoran udara. Pemakaian ventilator bergantung pada berat tidaknya distress napas.

Cara ventilasi optimal bagi sindroma ini belum diketahui. Dosis, metode, dan waktu pemberian surfaktan pada sindroma aspirasi mekonium masih terus diselidiki. Waktu awal optimal yang pasti untuk pemberian nitric oksida masih belum ditentukan. Nitric oksida bisa dilakukan hanya pada pelayanan kesehatan yang menyediakan oksigenasi ekstrakorporial membran. Bayi-bayi dengan sindroma aspirasi mekonium mempunyai risiko menderita asfiksia perinatal. Surveilan kerusakan organ akibat penyakit ini sangat dibutuhkan. Sering terjadi komplikasi akibat penyakit ini dan dapat menimbulkan kematian.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami