Sabtu, 01 Juni 2013

Fungsi Plasenta

1.    Sebagai alat nutrisi untuk mendapatkan bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.
Penyaluran bahan nutrisi dari ibu ke janin dengan jalan :
a.    Difusi
Air dan bahan yang larut dalam air, garam kalium, dan natrium. Makin besar berat jenis bahan makin lambat terjadi difusi.
b.    Sistem enzimatik
Prinsipnya bahan tersebut di pecah dan selanjutnya disintesis kebentuk aslinya. Dalam vili korealis.
Bahan yang mengalami proses enzymatik :
-       Protein dipecah menjadi asam amino
-       Lemak dipecah menjadi asam lemak
-       Hidrat arang dipecah menjadi glukosa
-       Glikogen dipecah menjadi fruktosa
-       Vitamin di pecah menjadi bentuk yang lebih kecil
-       Obat-obatan
c.    Pinositosis
-       Caranya seperti aktivitas amoben
-       Bahan tersebut adalah imunoglobulin G dan albumin
2.    Sebagai alat pembuangan sisa metabolisme
Ginjal, hati dan usus janin belum berfungsi dengan baik sebagai alat pembuangan. Sisa metabolisme akan dibuang melalui plasenta, yang dapat menghubungkan janin dengan dunia luar secara tidak langsung.
3.    Sebagai alat pernafasan
Dalam sirkulasi janin terdapat fetal hemoglobin (F) yang mempunyai afinitas tinggi terhadap O2 dan sebaliknya mudah melepaskan CO2 melalui sistem difusi dalam plasenta. Dengan adanya perbedaan afinitas tersebut, plasenta dapat menjalankan fungsinya sebagai alat pernafasan. Makin tua kehamilan makin tinggi konsentrasi Adult Hemoglobin (A) sebagai persiapan pernafasan melalui paru-paru pada saat kelahiran.


4.    Penghasil hormon pertumbuhan dan persiapan pemberian ASI
Hormon yang dikeluarkan oleh plasenta :
-       Korianik gonadotropin
-       Korionik somato-mammotropin (plasenta lactogen)
-       Estrogen dan progesteron
-       Eorionik tirotropin
-       Relaksin

-       Korionik gonadotropin
a.    Merangsang korpus luteum menjadi korpus luteum gravidarum sehingga tetap mengeluarkan estrogen dan progesteron dan korpus luteum berfungsi sampai plasenta sempurna.
b.    Bersifat khas kehamilan sehingga dapat dipakai sebagai hormon tes kehamilan.
c.    Puncaknya tercapai pada hari ke-60
d.    Setelah persalinan dalam urine tidak dijumpai
-       Korionik Somato-mammotropin (plasenta lactogen)
a.    Hormon untuk metabolisme protein
b.    Bersifat laktogenik dan luteotropik
c.    Menimbulkan pertumbuhan janin
d.    Mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak
-       Estrogen plasenta
Dalam bentuk estrodiol, estriol dan estron
Estrogen plasenta berfungsi untuk :
a.    Pertumbuhan dan perkembangan otot rahim
b.    Retensi air dan garam
c.    Perkembangan tubulus payudara sebagai persiapan ASI
d.    Melaksanakan sintesis protein
-       Progesteron
Permulaan hamil dibuat corpus luteum dan plasenta
Progesteron berfungsi untuk :
a.    Penenang otot rahim selama hamil
b.    Bersama estrogen mengaktifkan tubulus dan alveolus payudara.
c.    Menghalangi pematangan folikel degraaf sehingga tidak terjadi ovulasi.
d.    Menghalangi pengeluaran LH
5.    Alat penyalur antibodi
Janin mempunyai kekebalan pasif sampai usia 4 bulan dan selanjutnya kekebalan tersebut berkurang. Antibodi yang dibentuk ibu melalui plasenta menyebabkan bayi kebal terhadap infeksi. Antibodi disalurkan melalui ASI sehingga colostrum harus diberikan.
6.    Sebagai barrier atau filter
Sel trofoblast cukup kuat untuk bertindak sebagai barrier terhadap beberapa bakteri atau virus. Demikian juga obat yang dapat membahayakan pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, dihalangi masuk melalui plasenta.
Beberapa obat yang berpengaruh pada janin dan perlu dihindari adalah :
-       Tetrasiklin
Perubahan gigi, gangguan pertumbuhan tulang panjang
-       Streptomisin
Gangguan keseimbangan, gangguan pendengaran
-       Preparat sulfa
Gangguan metabolisme bilifubin, menimbulkan kern icterus
-       Obat-obat narkosa

Mempengaruhi jantung dan pernafasan 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami