Minggu, 09 Juni 2013

Kebijakan Pembangunan Kesehatan dalam Konteks PHC/PKMD


1.       Pasca Perang Kemerdekaan.

a.        Pelayanan preventif melengkapi pelayanan kuratif.
b.        Konsep Bandung Plan yang merupakan embrio konsep Puskesmas.

2.       Tahun 1960.
Lahirnya Undang-Undang No. 9 Tahun 1960, tentang Pokok-pokok kesehatan : Tiap-tiap warga negara berhak mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dan wajin diikut sertakan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah”.

3.       Pelita I.
a.        Perbaikan kesehatan rakyat dipandang sebagai upaya yang meningkatkan produktivitas penduduk.
b.        Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional.
c.        Pelayanan kesehatan melalui puskesmas.

4.       Pelita II.
a.        Trilogi pembangunan, isiya diantaranya adalah meningkatkan kesadaran untuk meningkatkan jangkauan kesehatan.
b.        Kesadaran akan keterlibatan partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan.
c.        Pengembangan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) tahun 1975 yang merupakan wujud operasional dari Primary Health Care (PHC) melalui pendekatan edukatif.

5.       Pelita III.
Tahun 1982 lahirnya Sistem Kesehatan Nasional, yang menekankan pada :
a.        Pendekatan kesisteman.
b.        Pendekatan kemasyarakatan.
c.        Kerjasama lintas program dan kerjasama lintas sektoral.
d.       Melibatkan peran serta masyarakat.
e.        Menekankan kepada pendekatan promotif dan preventif.

6.       Pelita IV.
a.        PHC/PKMD diwarnai dengan prioritas untuk menurunkan tingkat kematian bayi, anak, dan ibu serta menurunnya tingkat kelahiran.
b.        Menyelenggarakan program posyandu di setiap desa.

7.       Pelita V.
a.        Meningkatkan mutu posyandu.
b.        Melaksanakan 5 kegiatan posyandu (Panca Krida Posyandu).

  •  Kesehatan ibu dan anak.
  • Keluarga berencana.
  • Imunisasi.
  • Perbaikan gizi.
  • Penanggulangan diare.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami