Selasa, 25 Juni 2013

Perbandingan kemampuan sosialisasi pasien menarik Diri sebelum dan sesudah dilakukan taks

ABSTRAK

Tingkah laku menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain. Menarik diri terjadi apabila individu menemukan kesulitan dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kemampuan sosialisasi pasien menarik diri sebelum dan sesudah dilakukan TAKS di RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang Kabupaten Malang tahun 2010.

Jenis penelitian ini adalah analitik, menggunakan metode eksperimen dengan rancangan pra-post eksperimental. Populasinya seluruh pasien menarik diri di RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang Kabupaten Malang, pengambilan sampel dengan cara probability sampling dengan tehnik simple random sampling, sebanyak 24 orang. Variabel yang digunakan independent ”Kemampuan sosialisasi” dan dependent ”Terapi Aktivitas Kelompok (TAKS)”. Instrument yang digunakan dalam penelitian adalah perlakuan dan observasi. Kemudian di editing, coding dan tabulating kemudian di Analisa dengan uji Wilcoxon dengan tehnik komputerisasi SPSS 15.0, dengan a < 0.05.

Dari hasil penelitian didapatkan didapatkan nilai Asymp sig. (2.tailed) = 0,000, yang berarti nilai tersebut memenuhi standart yaitu kurang dari signifikasi a = 0,05 berarti H0 ditolak.

Dapat disimpulkan ada perbedaan kemampuan sosialisasi pasien menarik diri sebelum dan sesudah dilakukan TAKS di RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang Kabupaten Malang, sehingga petugas terapi hendaknya tetap diberikan kepada klien menarik diri pada semua unit rawat inap karena dapat digunakan sebagai stimulus dalam meningkatkan kemampuan komunikasi verbal, untuk lebih aktif melakukan senam lansia dan mengurangi makanan-makanan yang dapat menimbulkan tekanan darah tinggi.

Kata Kunci : Pasien Menarik Diri, Kemampuan Sosialisasi, TAKS.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami