Senin, 30 September 2013

Minuman Berkafein Bisa Hambat Perkembangan Otak


Minuman yang mengandung kafein akhir - akhir ini sangat digemari oleh remaja dan orang tua baik laki - laki maupun perempuan, mungin hal ini dipengaruhi iklan di Televisi maupun media cetak yang saat ini sedang marak kita jumpai.

dari penelitian yang dilakukan di eropa telah mencatan terjadinya peningkatan yang sangat tajam dalam korun waktu 30 tahun terakhir  bahkan peningkatan itu telah mencapai hingga 70 persen .

namun yang menjadi pertanyaan saat ini " apakah konsummsi kafein oleh anak dan remaja aman ? "

Penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit Anak Universitas Zurich menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat perkembangan otak anak-anak dan remaja, namun bukti-buktinya baru ditemukan pada hewan percobaan. 
Penelitian pada tikus 

Tim peneliti yang dipimpin oleh Reto Huber memberikan sejumlah kafein dengan dosis moderat selama 5 hari kepada beberapa tikus remaja berumur 30 hari. Dosis tersebut setara dengan 3-4 cangkir kopi per hari pada manusia. Sejumlah tikus dalam kelompok pembanding hanya menerima air tawar. Kemudian, gelombang otak pada hewan-hewan tersebut dipelajari. 

Tikus-tikus muda yang diberi kafein cenderung kurang tidur sehingga proses pendewasaan otak mereka terhambat. Kekurangan tidur tersebut ditandai oleh gelombang otak mereka yang lambat sampai seminggu setelah pemberian kafein terakhir. Selain itu, koneksi saraf pada otak tikus-tikus itu jauh lebih banyak dibandingkan pada otak tikus-tikus yang hanya menerima air tawar. Hal itu menunjukkan bahwa mereka lebih lambat mengalami pendewasaan. Mereka terlihat lebih banyak diam, pemalu dan berhati-hati, sedangkan tikus-tikus yang diberi air tawar lebih aktif dan menunjukkan rasa ingin tahu — ciri umum pada tikus yang telah dewasa. 

“Otak anak-anak sangat plastis karena banyak koneksi,” kata Reto Huber, penulis utama studi tersebut. Dalam proses yang disebut pemangkasan sinaptik (synaptic pruning), koneksi-koneksi ini akhirnya menghilang atau terkonsolidasi selama masa pubertas. Koneksi antar saraf otak diperpanjang, diperpendek, dipotong dan diringkas sehingga jaringan otak menjadi lebih efisien dan lebih kuat. Proses optimasi ini mungkin terjadi selama tidur nyenyak. 

Meskipun jelas ada perbedaan antara otak tikus dan otak manusia, para peneliti mengatakan bahwa perkembangan saraf keduanya sama dan bahwa penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami