Kamis, 16 Januari 2014

Wisata ke Makam Pak Harto Presiden ke 2 RI


ekarahayu.web.id : ekspedisi jelajah kali ini agak sedikit unik kalau biasanya kita posting liburan  dipantai atau wisata alam lain namun kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman selama mengunjungi makam bapak soeharto.

Wisata ke makam pak harto ini sebenarnaya wisata lanjutan setelah selesai di Telaga Sarangan dan Air Terjun Tirto Sari yang berlokasi di Kabupaten Magetan.

Tempat peristirahatan terakhir pak harto biasa disebut " ASTANA GIRI BANGUN " berlokasi di Kabupaten Karang Anyar Jawa Tengah.

Astana Giribangun, Letak Dan Sejarah

Astana Giribangun berada di Desa Karang Bangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Astana Giribangun terletak di lereng barat Gunung Lawu dengan ketinggian 666,6 mdpl dan berada di bawah makam Astana Mangadeg, makam para penguasa Mangkunegaran yang berada di 750 mdpl. Perbedaan ketinggian ini ada alasannya karena untuk menghormati penguasa mangkunegaran dan karena Ibu Tien Soeharto adalah keturunan Mangkunegoro III.

Astana Giribangun terdapat beberapa cungkup atau bangunan makam. Cungkup Argo Sari teletak di tengah-tengah dan paling tinggi, di bawahnya, ada Cungkup Argo Kembang, dan paling bawah adalah Cungkup Argo Tuwuh.


Di Cungkup Argo Sarilah terdapat makam Pak Soeharto (terletak di barat Makam Ibu Tien) beserta makam Ibu Tien (berada paling timur), makam Fatmanti Soemaharjono (ibunda Ibu Tien Soeharto), makam Soemaharjono (bapak dari Tien Soeharto) dan makam Siti Hartini Oudang (kakak tertua Ibu Tien Soeharto). Di dalam Cungkup Argo Sari total ada lima makam. Di pelataran pendoponya juga terdapat makam – makam lain yang masih kerabat dengan keluarga Ibu Tien Soeharto.

Selain sebagai makam Keluarga Cendana, Astana Giribangun juga diperuntukkan untuk pengurus dalam Yayasan ibu Tien Soeharto.

Astana Giribangun dibangun sejak 27 November 1974. Diresmikan pada 23 Juli 1976 oleh KR Ay. Hatmanti, Ibunda Hj. Tien Soeharto, ditandai dengan pemindahan jenazah Ayahanda dan kakak kandung Ibu Tien yakni KPH Soemohardjo dan Siti Hartini. Keduanya sebelumnya dimakamkan di Makam Umum Toroloyo.

Astana Giribangun menjadi sangat terkenal ketika Ibu Tien Soeharto meninggal pada Minggu, 28 April 1996 dan dimakamkan didalam Cungkup Argo Sari pada Senin, 29 April 1996. Semenjak itu, ribuan wisatawan berkunjung untuk berziarah. Jumlahnya rata – rata 3.000 peziarah setiap hari, bahkan pada hari libur, jumlahnya melonjak hingga 13.000 peziarah dalam satu hari.


untuk foto foto lain mohon maaf karena saat saya berkunjung ke makam pak harto baterai kamera kami sudah habis , karena sebelum ke makam ini saya terlebih dahulu mengunjungi Telaga Sarangan dan Air Terjun Tirto sari




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami