Sabtu, 28 Juni 2014

Konsep Dasar Yang Mempengaruhi Status Gizi Ibu

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status gizi dan kesehatan dalam pengetahuan ibu. Berdasarkan beberapa penelitian tingkat pendidikan juga mempunyai hubungan yang eksponensial dengan tingkat kesehatan. Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin mudah menerima konsep hidup sehat secara mandiri, kreatif dan berkesinambungan. Latar belakang pendidikan seseorang berhubungan dengan tingkat pengetahuan, jika tingkat pengetahuan gizi ibu baik maka diharapkan status gizi ibu dan balitanya juga baik, menurut Suhardjo (1996) sebab dari gangguan gizi adalah kurangnya pengetahuan tentang gizi atau kemampuan meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat. Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu”, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. “Tahu” ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Termasuk ke dalam pengetahuan ini adalah mengingat kembali terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima (Notoatmodjo 1997).
Pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu: 

1.Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang dipelajari sebelumnya. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajarinya antara lain menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, dan menyatakan.

2.Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan dan meramalkan.

3.Aplikasi (aplication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya. Aplikasi ini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus metode, prinsip dalam konteks atau situasi lain.

4.Analisis (analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain.

5.Sintesis (syntesis)
Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakan atau menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi – formulasi yang ada. 

6.Evaluasi (evaluation)
  • Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek , Usia adalah waktu hidup sejak dilahirkan. Semakin bertambahnya usia seseorang maka tingkat pengetahuan seseorang bertambah seiring pengalaman hidup (Poerwodarminto, 1989)
  • Intelegensi : Daya untuk membuat reaksi atau penyesuaian untuk cepat dan tepat, baik secara fisik maupun mental terhadap pengalaman baru, membuat pengalaman dan pengetahuan baru yang telah dimiliki siap untuk di pakai apabila diharapkan pada fakta atau kondisi baru (Poerwodarminto, 1989)
  • Pemahaman: Kemampuan seseorang untuk menjelaskan dengan benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut dengan benar (Poerwodarminto, 1989)
  • Keyakinan: Kepercayaan yang sungguh-sungguh, kepastian, ketentuan bagian agama atau religi yang berwujud konsep-konsep yang menjadi keyakinan atau dapat disebut juga kepercayaan dan penganutnya (Poerwodarminto, 1989)
  • System Nilai Kepercayaan.: Angapan atau keyakinan bahwa sesuatu yang dipercayai itu benar atau nyata (Poerwodarminto, 1989)
  • Gaya hidup: Gaya hidup dijaman moderen seperti ini dengan banyaknya media yang menawarkan berbagai macam informasi contoh model pergaulan moderen biasanya mendorong mereka kepada perilaku berkelompok (Hasmie, 2000)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami