Rabu, 18 Juni 2014

Masa Nifas : Perubahan Fisiologi Apa Saja Yang Sering Terjadi ?

Perubahan fisiologi pada masa nifas adalah sebagai berikut :
  1. Sistem reproduksi
a.       Uterus
Uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil setelah janin di lahirkan fundus uteri setinggi pusat dengan berat uterus 1000 gram. Segera setelah plasenta lahir tinggi fundus uteri 2 jari bawah pusat dengan berat uterus 750 gram. 1 minggu pertengahan pusat simfisis dengan berat uterus 500 gram, 2 minggu tidak terabah diatas simfisis (350 gram) dan setelah 6 minggu bertambah kecil dengan berat uterus 50 gram, 8 minggu sebesar normal (30 gram).
b.      Lochea
Adalah cairan sekret yang berasal dari kavum uteri vagina dalam masa nifas. Lochea dibagi menjadi :
a)      Lochea Rubra (cruenta) : Berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, vernik kaseosa, lanugo dan mekoneum, selama 2 hari pasca persalinan.
b)      Lochea sanguinoleta : berwarna merah kuning berisi darah dan lendir, hari ke 3 – 7 pasca persalinan.
c)      Lochea serosa : berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi,pada hari ke 7- 14 pasca persalinan.
d)      Lochea alba : cairan putih, setelah dua minggu.
e)      Lochea purulenta : terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk.
f)        Lochiostasis : lochea tidak lancar keluarnya.
c.       Serviks
Serviks mengalami involusi bersama-sama uterus. Setelah persalinan, ostium uterieksterna dapat dimasuki oleh 2 hingga 3 jari tangan ,setelah 6 minggu persalinan serviks menutup.
d.      Vulva dan vagina
Vulva dan vagina mengalami penekanan serta peregangan yang sangat besar selama proses melahirkan bayi dan dalam beberapa hari pertama sesudah proses tersebut, kedua organ ini tetap berada dalam keadaan kendur. Setelah 3 minggu vulva dan vagina kembali kepada keadaan tidak hamil dan rugae dalam vagina secara berangsur-angsur akan muncul kembali sementara labia menjadi lebih menonjol.
e.       Perineum
Segera setelah melahirkan, perineum menjadi kendur karena sebelumnya teregang oleh tekanan kepala bayi yang bergerak maju. Pada post natal hari ke 5, perineum sudah mendapatkan kembali sebagian besar tonusnya sekalipun tetap lebih kendur dari pada keadaan sebelum melahirkan.
f.        Payudara
Perubahan pada payudara dapat meliputi :
1.      Penurunan kadar progesteron secara tepat dengan peningkatan hormon prolaktin setelah persalinan.
2.      Kolostrum sudah ada saat persalinan produksi ASI terjadi pada hari ke-2 atau hari ke-3 setelah persalinan.
3.      Payudara menjadi besar dan keras sebagai tanda mulainya proses laktasi.
2.    Sistem perkemihan
Buang air kecil sering sulit selama 24 jam pertama. Kemungkinan terdapat spasine sfingter dan edema leher buli-buli sesudah bagian ini mengalami kompresi antara kepala janin dan tulang pubis selama persalinan.
Urin dalam jumlah yang akan dihasilkan dalam waktu 12 – 36 jam sesudah melahirkan. Setelah plasenta dilahirkan, kadar hormon estrogen yang bersifat menahan air akan mengalami penurunan yang mencolok. Keadaan ini menyebabkan diuresis. Ureter yang berdilatasi akan kembali normal dalam tempo 6 minggu.
3.    Sistem Gastrointestinal 
Kerapkali diperlukan waktu 3 – 4 hari sebelum faal usus kembali normal. Meskipun kadar progesteron menurun setelah melahirkan, namun asupan makanan juga mengalami penurunan selama satu atau dua hari , gerak tubuh berkurang  dan usus bagian bawah sering kosong jika sebelum melahirkan diberikan enema. Rasa sakit didaerah perineum dapat menghalangi keinginan ke belakang.
4.    Sistem Kardiovaskuler
Setelah terjadi diuresis yang mencolok akibat penurunan kadar estrogen, volume darah kembali kepada keadaan tidak hamil. Jumlah sel darah merah dan hemoglobin kembali normal pada hari ke-5.
5.    Sistem Endokrin
a.       Kadar estrogen menurun 10% dalam waktu sekitar 3 jam post partum. Progesteron turun pada hari ke 3 post partum.
b.      Kadar prolaktin dalam darah berangsur-angsur hilang.
6.    sistem muskulosklebal
Ambulasi pada umumnya dimulai 4 – 8 jam post partum. Ambulasi dini sangat membantu untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses involusi.
7.    sistem integumen
a.    penurunan melanin umumnya setelah persalinan menyebabkan berkurangnya hyperpigmentasi kulit.
b.    Perubahan pembuluh darah yang tampak pada kulit karena kehamilan dan akan menghilang pada saat estrogen menurun.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dalam Lingkaran Kami